MENGENAL GURAME
Banyak jenis gurame yg dikenal dikalangan para petani dan konsumen. Diantaranya gurame soang, bastar, paris, bluesafir, albino, paris, kapas, porselen dan padang. Diantara jenis gurame tersebut, bluesafir, soang dan paris merupakan jenis gurame unggulan dibandingkan yg lainnya. Hal itu dikarenakan jumlah telur yg dihasilkan gurame-gurame tersebut sangat banyak, lebih dari 5000 butir. Gurame jenis bastar merupakan jenis gurame yg memiliki ukuran tubuh lebih besar daripada yg lainnya, namun telur mereka lebih sedikit jika dibandingkan dengan jenis paris. Bastar memiliki daya tahan tubuh paling kuat dan juga pertumbuhan yg terbilang cepat. Bagi orang awam, akan sangat sulit untuk membedakan jenis-jenis dari gurame tersebut.
Dari keragaman jenis tersebut, benih yg dihasilkan gurame pun menjadi beragam. Sejak menetas sampai besar para petani memiliki nama tersendiri untuk benih-benih tersebut dilihat dari ukuran dan umurnya. Benih-benih tersebut biasanya menjadi ukuran untuk para petani dalam menjual benih yg mereka punya untuk petani lainnya yg khusus menangani pembesaran gurame.
Berikut adalah rincian jenis benih-benih yg dikenal dikalangan para petani gurame.
- Larva adalah telur gurame yg baru menetas dan umurnya antara 1-12 hari.
- Biji oyong, kuaci, atau gabah adalah sebutan benih gurame dari menetas hingga umur 30 hari.
- Kuku adalah benih gurame yg berukuran 1-2,5cm.
- Silet adalah benih gurame ukuran 2.5-4cm.
- Bungkus korek api adalah benih gurame dengan ukuran 4-6cm
- Bungkus kaset/bungkus rokok adalah benih gurame dengan ukuran 12-15cm.
- Tampelan/garpit adalah benih gurame yang berjumlah 5-7ekor/kg.
Setiap ukuran dan umur benih gurame memiliki nilai permintaan atau nilai jual yg sama-sama tinggi. Termasuk untuk telur yg masih berada dalam sarang sekalipun. Sehingga permintaan pasar terhadap gurame ini termasuk tinggi dimulai dari larva hingga siap dikonsumsi.
Dari keragaman jenis tersebut, benih yg dihasilkan gurame pun menjadi beragam. Sejak menetas sampai besar para petani memiliki nama tersendiri untuk benih-benih tersebut dilihat dari ukuran dan umurnya. Benih-benih tersebut biasanya menjadi ukuran untuk para petani dalam menjual benih yg mereka punya untuk petani lainnya yg khusus menangani pembesaran gurame.
Berikut adalah rincian jenis benih-benih yg dikenal dikalangan para petani gurame.
- Larva adalah telur gurame yg baru menetas dan umurnya antara 1-12 hari.
- Biji oyong, kuaci, atau gabah adalah sebutan benih gurame dari menetas hingga umur 30 hari.
- Kuku adalah benih gurame yg berukuran 1-2,5cm.
- Silet adalah benih gurame ukuran 2.5-4cm.
- Bungkus korek api adalah benih gurame dengan ukuran 4-6cm
- Bungkus kaset/bungkus rokok adalah benih gurame dengan ukuran 12-15cm.
- Tampelan/garpit adalah benih gurame yang berjumlah 5-7ekor/kg.
Setiap ukuran dan umur benih gurame memiliki nilai permintaan atau nilai jual yg sama-sama tinggi. Termasuk untuk telur yg masih berada dalam sarang sekalipun. Sehingga permintaan pasar terhadap gurame ini termasuk tinggi dimulai dari larva hingga siap dikonsumsi.
![]() | ||
| contoh ukuran silet |
Daftar Pustaka
Sendjaja, Julius Tirta., Riski, M. H., Prasetya B, W. 2013. Usaha Pembenihan Gurami. Jakarta: Penebar Swadaya.
PEMBENIHAN DENGAN AQUARIUM
Usaha pembenihan gurame memegang peranan sangat penting dalam budi daya gurame dalam menyediakan benih yang akan dibesarkan sampai ukuran konsumsi. Salah satu kendala terbesar dalam usaha pembenihan gurame adalah tingginya tingkat mortalitas, terutama dari larva yg baru menetas sampai menjadi ukuran 1cm.
Kini, ada salah satu solusi untuk menekan tingkat mortalitas tersebut dengan penerapan teknik pembenihan dengan menggunakan aquarium. Dengan teknik ini semua tahapan pembenihan dapat dikontrol dengan efektif sesuai keinginan. Meski investasi yg diperlukan untuk mengembangkan teknik ini termasuk cukup tinggi, namun hasil yg diperoleh juga cukup menguntungkan karena penggunaan aquarium dapat menekan mortalitas benih sampai dibawah 10%.
Teknik pembenihan dikolam termasuk agak beresiko. Tingkat mortalitas mencapai 25% bahkan bisa lebih apabila faktor cuaca tidak mendukung seperti hujan yg terus menerus. Bagi anda yg berminat, anda bisa mencoba teknik pembenihan dalam aquarium jika tidak ingin beresiko banyak. Namun saya sendiri masih menggunakan metode lama dalam hal pembenihan. Mungkin kedepannya saya juga akan mencoba teknik dalam aquarium tersebut bila memungkinkan.
Daftar Pustaka
Sendjaja, Julius Tirta., Riski, M. H., Prasetya B, W. 2013. Usaha Pembenihan Gurami. Jakarta: Penebar Swadaya.


No comments:
Post a Comment